Selasa, 25 Januari 2011

Memori

“Memori? Berapa banyak memori yang kau butuhkan hanya untuk mengingat satu nama? Bukankah Tuhanmu memberikan mu memori dengan kapasitas tak terhingga?”
      Bukan karna berapa banyak memori yang aku butuhkan untuk mengingat satu nama sehingga aku ingin melupakannya. Tapi karna saat mengingat nama itu terkadang dadaku terasa sesak dan nafasku terasa berat. Aku sama sekali tak menghiraukan berapa banyak memori yang ku habiskan untuk mengingatnya dan mengingat wajahnya, tapi bukan karena itu aku ingin menghapusnya dari semua memoriku. Aku tak kuat apabila harus mengingat nama dan wajahnya. Aku takut suatu hari aku bertemu dengannya tiba-tiba aku terkena serangan jantung karna harus mengingat dia dan apa yang dia perbuat padaku.
      Oke, kau benar dia tak berbuat apa-apa padaku tapi terkadang semua perkataannya menimbulkan efek tersendiri dalam hidupku. Aku tak pernah bebicara padanya, aku tak pernah melakukan sesuatu bersamanya, ya, selain duduk dalam ruangan yang sama atau hanya sekedar berpapasan di koridor pada jam istirahat. Tapi kehidupannya, cara dia bergaul, cara dia melakukan sesuatu, semua hal kesukaannya, tipe suaranya yang terkadang nyaring membuat hatiku gembira dan sakit disaat bersamaan.
      Aku sempat merasakan apa yang orang katakan tentang cinta, jantung berdegup lebih cepat saat bertemu dengannya, atau secara tidak langsung kau menghafal rutinitas sehari-harinya, atau menjadi stalker dari setiap akun yang di milikinya di dunia maya, tapi menurutku yang ku rasakan bukan cinta. Mungkin lebih rendah tarafnya. Apakah namanya?
      Apapun itu namanya yang jelas aku harus bisa melupakannya karna itu merusak. Hal itu sangat merusak apabila saat kau melihat dia pergi bersama dengan apa yang lebih dia sukai , dia rela meninggalkan apa yang sudah menjadi kebiasaannya. Dia rela meninggalkan teman-temannya. Tapi beda lagi kalau dia merelakan semua itu untukku. Sangat beda mungkin. Perasaan itu biasa disebut cemburu. Ah, aku tidak perlu berfikir seperti itu karna percuma saja. Itu mustahil.
      Dan hal itupun sangat merusak apabila dia tidak mengenalmu tapi kau sangat ingin mengenalnya, bahkan ingin atau bahkan pernah melihatmu pun tidak. Kerusakannya dapat menyebabkan seseorang, gila. Atau yang lebih tragis lagi, bunuh diri. Jadi memori tentangnya apapun itu, harus hilang. Harus.
      Mungkin sebelum aku melupakan dia atau saat aku menulis ini, aku belum ikhlas, atau bahkan sama sekali tidak rela. Dan mungkin kalau waktunya sudah tiba aku akan menangis seharian agar semua itu tak terjadi. Namun saat nanti semua itu sudah terjadi, pendapat itu akan berbalik sangat jauh. Berubah 180 derajat. Karena, mengingatnyapun kau tidak.

0 komentar:

 
 
Copyright © @AgniaBaity, For sho
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com